Hai, Aku Kembali

Setelah ngelongok blog yang udah mulai berdebu. Serta mempertimbangkan harga Pertamax dan Pertalite yang sudah mulai bersaing di pasaran. Ane mutusin buat kembali ke dunia antah berantah yang entah ada yang buka atau enggak. Hehe yang pasti insyaAllah blog ini akan kembali di isi ulang secara tidak berkala. So, daripada pusing memikirkan bahan bakar dan teman-temannya lebih baik ikuti terus perkembangan blog yang hampir kece ini.

Thanks,
Bandung

Subuh

Dan bersama dinginnya waktu subuh yang kuasa menusuk hingga tulang belulang yang terbungkus daging. Kutitipkan salam kepada alam yang sedikitpun tak pernah bosan untuk menyapa. Sejenak kesejukkan itu datang tuk sekedar berkata selamat pagi. Dan kemudian mereka kembali ke peraduannya. Berganti tugas dengan sang mentari.

Galia, 5 2 16 5.58

Datang lagi, setelah sekian lama entah kemana.  Senyum singkat, dan selebihnya hanya tatapan datar yang entah maknanya apa. Siapa? Akupun hanya tahu sebagian. Dan sisanya masih tanya mengudara.
Cukup lama tak kunikmati tatapan itu. Menikmati? Untuk apa aku tertegun untuk hal semacam itu. Toh, angin masih tak jelas ke arah mana. Entah membawamu mendekat? Atau hanya membuat kata "kita" semakin asing ditelinga. Sudahlah, cerita inipun belum pernah dimulai. Lalu kata "usai" mana yang aku takuti. Biar saja menjadi tanda tanya. Selama aku bisa menikmati rindu. Biar tetap abu. Selama itu tak berarti hitam kelam yang membuatmu semakin tak bisa kupandang.

Galia, 1 2 16 00.40